Beberapa bulan terakhir ini proyek pembuatan peta Sampit dengan Flex 2.0.1 ini agak jarang disentuh karena kesibukan lain.
Alasan pembuatan peta? Ya mungkin karena orang yang suka coding pasti tertarik dengan sesuatu yang berbau diagram, juga tertarik dengan peta, itu pasti naluri kan?
Bagi beberapa orang sebaliknya, biasa saja..
Pembuatan peta kota sudah sering kulakukan setiap kali berada di suatu wilayah, dulunya waktu SMP dengan manual seadanya, jalan kaki sambil gambar, bersepedamotor sambil gambar, foto -foto. Terakhir 3 tahun yang lalu sewaktu gmap mulai rame agak terbantu juga dengan satelite imagery-nya, trus setelah kenal Garmin menjadi lebih seru lagi, jalan jalan keliling kota sambil tracking.
Pengolahan hasil tracking dan waypoint dilakukan di GPSMapEdit dan cGPSMapper, kalibrasi Datum dan lain-lain dengan OzyExplorer. Setelah itu format dasar di-export menjadi Polish Format (*.mp), kemudian di-export lagi ke format tersendiri sesuai device-nya, untuk J2ME di K508i memakai format tersendiri (custom) yang lebih ringan, sedangkan untuk PDA tetap memakai Polish Format, dan untuk Flex memakai custom format (*.dyp) yang berupa binary terkompress, exporter bikin di Netbeans.
Kenapa memakai format peta tersendiri? Paling nggak tidak bisa dibuka di aplikasi map lain / ini sih berhubungan dengan hak cipta. Karena tracking sendiri muterin seantero kota selama berminggu-minggu lebih capek daripada coding, makanya pembatasan kompatibilitas format file harus dipikirkan,
Dari 3 proyek ini (J2ME, PDA, Flex) yang sudah cukup matang adalah J2ME, sedangkan untuk PDA (Win CE) masih terkendala manajemen memory Flash Player 6 untuk PDA yang jelek.
Pada versi demo Flex dibawah ini, beberapa feature tidak disertakan seperti Label, Search Form, Area Calculating, Path Finder dan lain-lain.
Dan demo J2ME-nya di Emulator KToolBar :