FlashLite 3.0 edisi developer untuk N95 bisa diperoleh dengan submit email ke mobiledeveloper@adobe.com dengan subject “Request for FL3 Developer Edition” disertai IMEI N95 anda di dalam email tersebut.
Perlu diperhatikan bahwa waktu submit email itu hanya dilayani pada tanggal 16 Oktober 2007 sore hari waktu Eastern Time (GMT+4) atau kira-kira (jam 11.00 WIB 16 Oktober 2007 malam s/d 04.00 am WIB 17 Oktober 2007 dini hari). Dan built SIS-nya akan tersedia pada akhir 19 Oktober 2007.
Pernah lihat tim Honda di MotoGP yang disponsori Konica Minolta Honda?
Coba perhatikan logo Konica Minolta
Benar-benar mirip dengan logonya Eclipse IDE dari IBM kan?
Siapa yang tiru siapa?
Logo Konica Minolta :
Logo Eclipse :

Dulu sekali pernah Bill Gates mengatakan segala sesuatunya akan melalui XML.
Terbukti sekarang banyak sekali ditemui XML di kehidupan kita. Yang paling sering dapat dilihat di badan feed yang kita update tiap pagi, atau di SOAP dan Webservices, atau di MXML yang kita utak atik di Flex,dan masih banyak lagi yang belum disebutkan.
Karena XML begitu general, hanya sebuah data string literal yang terstruktur dengan sederhana sehingga dapat dimengerti oleh semua pihak di semua platform. Meskipun XML sudah banyak termodifikasi seiring dengan keperluan pemakaiannya, tetap saja strukturnya mengikuti kaidah baku sesuai dengan namespace-nya.
Salah satu kendala dalam pemakaian XML adalah ukurannya yang kadang-kadang membengkak dan tidak efisien dalam menentukan struktur dan konten serta entities-nya. Sehingga developer masih memilih alternatif lain dalam pertukaran data. Misalnya developer Flash banyak yang lebih menyukai pemakaian protokol AMF dibanding XML dan variannya. Karena content binary AMF masih lebih compact dibanding source XML yang berupa string.
Karena itu makin banyak dikembangkan format lain untuk pemakaian XML yang lebih efisien. Salah satunya adalah WBXML (Wireless Binary XML) content format.
Wireless Binary XML sengaja didesain untuk mengurangi ukuran tranmisi dari dokumen XML, sehingga mengefektifkan penggunaan data XML terutama pada jalur komunikasi berkecepatan rendah (narrow-band).
Format binary dari WBXML tetap mampu menghantarkan data tanpa adanya fungsionalitas dan informasi semantik yang tercecer. Didesain untuk tetap menjaga struktur elemen dari XML, dan memperbolehkan browser untuk men-skip elements atau attributes yang tidak diketahui. Binary format dari WBXML di encoded dari hasil parsing dokumen XML terutama dari struktur dan konten serta entiti dokumen. Sedangkan Meta-information termasuk definisi tipe dokumen dan conditional sections tidak disertakan ketika XML di-convert ke binary format.
Untuk pembahasan XML lebih lengkap baca di
XML Schema, http://www.w3.org/XML/Schema
Untuk mengenal WBXML lebih lanjut baca di
WAP Binary XML Content Format, http://www.w3.org/TR/wbxml/
FlashLite yang didukung oleh N95 saat ini adalah FlashLite 2.0, sedangkan FlashLite 2.1 baru akan didukung oleh Nokia N95 8Gb, yang agak bikin repot adalah sewaktu mau upgrade ke FlashLite 2.1 di N95 ternyata tidak berhasil. Muncul error yang mengatakan tidak bisa menginstall/ meng-update aplikasi yang sudah terinstall di ROM.
Hal ini terjadi karena identifier yang digunakan oleh FlashLite 2.0 dan FlashLite 2.1 serupa.
Hampir mirip dengan keadaan di PC dimana semua Flash Player baik dari semua versi generasi maupun versi debug/non debug menggunakan identifier yang sama.
Ada baiknya Adobe menerapkan sistem identifier yang dapat menangani situasi seperti ini.
Untuk J2ME API, ternyata N95 sudah mendukung implementasi dari JSR179 (Location API for J2ME). Dengan demikian kita bisa membuat sebuah aplikasi midlet untuk navigasi dengan GPS built-in dari N95.
Ada beberapa pertimbangan untuk membuat sebuah aplikasi navigasi peta daripada hanya menggunakan aplikasi serupa yang bawaan dari Nokia (Smart2Go).
Pertama, tidak semua kota di Indonesia yang sudah tercakup di pre-installed NokiaMap yang disertakan sewaktu pembelian. Hanya Jakarta saja. Itu pun menurut beberapa sumber (pengguna GPS lain) menyebutkan detail dan feature map tidak dapat dibandingkan dengan GPS devices seperti Garmin atau pun Magellan.
Selain itu, meskipun Nokia sudah memberitahukan adanya kerjasama dengan third party (Solo Maps) untuk pembuatan dan pemasaran peta kota lain terutama di Jawa dan Bali yang suitable dengan NokiaMap, tentunya tidak gratis begitu saja sampai ke pengguna.
Pertimbangan lain adalah kadangkala N95 memerlukan charge untuk koneksi guna mendownload fitur-fitur tambahan dan area yang tidak tercover.
Dan hal lain yang sering membuatku kecewa dengan GPS devices (tidak Garmin, tidak Magellan, tidak juga N95) adalah keakuratan bangunan alam di peta vector generik mereka. Ini sering ku temui sewaktu tracking dikotaku. Seringkali sewaktu menyisiri daerah pinggiran sungai besar, ada daerah rute, POI (point of interest) yang sebenarnya masih berada 400 meter dipinggir sungai, tetapi bila dilihat di screen ternyata sudah berada di tengah-tengah sungai besar itu. Ada kemungkinan rata-rata semua devices diatas memakai sumber source peta yang sama, terutama pada daerah di Kalimantan yang tentu saja sangat terpencil dibanding tanah Amerika sana sehingga keakuratan belum tentu terjaga. Hal lain yang menyebabkan kondisi seperti itu kemungkinan adalah pemakaian Datum WGS 84 yang mungkin tidak aplikable pada daerah-daerah di Indonesia. (sok tau kali..)
Dari semua pertimbangan dan ide pembuatan aplikasi devices, yang paling penting adalah pemilihan platform. Apakah menggunakan platform J2ME atau Symbian akan menghasilkan perbedaan besar pada outputnya. Terlalu lama sebagai pengguna SonyEricsson yang berbasis BREW J2ME mengharuskan aku untuk mengutak-atik lagi CodeWarrior untuk menyegarkan ingatan.
1 (satu) bulan pertama menetap di desa ini, suasana Agustusan tetap sepi.
Mungkin karena aku ber-tipe “Soliter phlegmatic-melancholic” makanya kesepian ini tetap dapat ku nikmati.
Selama 1 bulan pertama disini sudah 2 kali aku mendapat pertanyaan serupa dari warga yang agak mengusik pikiran.
Mereka nanya begini : “Bapakkan sudah capek lama-lama kuliah kedokteran, keluar biaya banyak, gak taunya ditugaskan disini. Gak bisa balik modal dong?”
Pada awalnya aku tidak begitu “ngeh” dengan pertanyaan itu. Karena aku pikir maklum saja mereka nanya, karena mereka kan pedagang pendatang.
Mereka tidak tahu kalau biaya kuliah ku 1 semester murah meriah, mungkin masih lebih mahal 6 bulan SPP anak SMA swasta sekarang!
Jadi dokter adalah nasib, dan menjalankan profesinya seperti iklan berlabel 76 itu adalah pilihan, tidak ada pikiran untuk bersandar lebih pada itu. Karena jadi PNS bukan segalanya, makanya ketika ditanya oleh senior ku mau jadi apa nanti dengan karir kepegawaian ku, ku jawab sekena-nya, “Mau jadi seniman, pak!”
Tidak perlu memikirkan balik modal, karena aku tidak merasa almamater ku menjual ilmu kepada kita. Semua terasa sudah kembali ketika aku membaca pengumuman kelulusan UMPTN. Tidak perlu memikirkan berapa yang sudah dikeluarkan untuk mempelajari programming selama 10 tahun ini, karena semua sudah kembali ketika berkutat dengan belitan alur logika yang mengalir di thread ratusan ribu baris kode yang sudah kita tuliskan di actionscript.
Hari ini mesti ku kaji lagi tentang pengertian-pengertian Waktu, Liquiditas, Asosiasi, dan Empati yang selalu memberi batas tentang pergerakan akal secara dinamis.
sloppy maneh…
Note : Flash based VOIP di Flex benar-benar menjadi loncatan Flash Tech berikutnya setelah Flash Video.
Untuk kesekian kalinya, PLN mati lagi didesa ini. Terpaksa beberapa pekerjaan script tertunda (lagi).
Kemarin sewaktu scan di blog-nya John Grden ketemu suatu penjelasan penting yg sederhana tentang performance operasi aritmetika di actionscript 3.0.
Disitu diberitahukan m=n*.5 lebih cepat dibanding m=n/2 .
Tapi m=n>>1 masih lebih cepat dibanding m=n*.5
Itu hal penting yg sering kita sepelekan
Minggu kemarin pulang dari pelosok,
Setelah 20 km naik motor melewati jalan berpasir dan agak rusak.
Akhirnya sampai di jembatan pertama, berhenti sebentar di desa (Lampuyang) itu untuk mencari makan.
Baru turun dari motor, ternyata baru sadar kalo jalan didepan sudah dipenuhi banjir setinggi lutut.
Mestinya selama 20 km berikutnya aku pasti akan terjebak banjir.
Di hari-hari normal pun untuk melewati jalan Desa Lampuyang - Seranggas akan penuh perjuangan, karena rusak berat dan dipenuhi oleh kubangan disana-sini. Dan batang kayu banyak melintang disetiap badan jalan yang tertutup lumpur!
Apalagi sekarang banjir setinggi itu? Kasian motor dinasku! Kalo badan sih gak perlu dikasiani!
Akhirnya gak jadi makan, mending uangnya untuk ongkos nyewa perahu.
Ongkosnya, untuk 1 orang dengan 1 motor ditawarin oleh bapak yang punya perahu Rp. 40.000,-
Sebenarnya bisa ditawar sih. Tapi aku malas saja untuk nawar.
Apalagi bapaknya tahu kalo aku dokter yang tugas dikecamatan ini.
Kemudian selama perjalanan 15 km berikutnya, aku dan motorku numpang perahu, kemudian berhenti di desa Kuin.
Aku kira sudah terbebas banjir. Gak taunya masih ada, setinggi lutut lagi!! Terpaksalah dengan bersusah payah selama 1 jam, akhirnya bisa lega.
Selanjutnya 55 km sisanya bisa menikmati kembali perjalanan pulang yang dihiasi pemandangan kebun kelapa tiada henti-hentinya, diselingi hutan karet.
Katanya spesifikasi file SWF versi 9 sudah mulai di release ya?
(Taunya pas baca blognya Emmy Huang, kemarin).
Aku belum menyimak secara jelas, tapi kalo arsitektur SWF 9 termasuk spesifikasi file abc (actionscript byte code ) sudah diketahui secara jelas oleh publik, jadi akan tinggal menunggu waktu paling lama setengah tahun untuk mendapatkan decompiler file swf ya?
Siapa yang paling beruntung dengan di-release-nya spesifikasi swf-9 ini?
Yang pertama; Vendor-vendor lain yang selama ini mempunyai tool untuk meng-export animasi dan multimedia ke file SWF 8 dan sebelumnya, untuk di upgrade ke SWF 9.
Yang kedua; Para pembuat SWF alternative untuk aplikasi seperti Nicolas Cannase (HaXe), dan OpenLaszlo.
Yang ketiga; Para pembuat decompiler, deassembler, obfuscator flash dari yang proprietary sampai free, seperti Sothink, ASVGuy (Burak. K) dan Igor Kogan (Flasm dan Flare).
Selain itu para developer dan pemerhati flash awam seperti kita perlu mengetahui spesifikasi SWF 9 untuk sekedar menambah wawasan.
