Jul 15

Well, Merapi has been a long time in the making, but on July 14th, 2008 the initial Merapi Alpha release candidate has been distributed to the Merapi Alpha community of users.

Last evening Adam packaged up first Alpha RC 1 Build! It seems to be bug free and functioning rather nicely!

Read more : http://merapiproject.net/

Jun 7

One day several years ago after Actionscript 3.0 released, I’ve been believed the time will coming someday if this 3D engines will be porting to Actionscript.

Mascot Capsule 3D and Mobile 3D Graphics has been used as technologies  for Mobile 3D programming for the Java™ Platform Micro Edition on Sony Ericsson feature phones.

Read the rest of this entry »

May 24

Defenition of Merapi originally a volcano in Central Java, but there’s a new term about Merapi :

“Merapi is a bridge between applications written in Java and those running in and created for Adobe AIR™ (Adobe Integrated Runtime™).”

Merapi has huge potential and we can looking forward discovering possibility when we can combine the power of Java with the richness and ubiquity of Adobe AIR.

Another project is Artemis active on Apollo (Adobe AIR beta) era but it was abandoned. Today the project rebirth under the name of Merapi.
Merapi use Java to connect AIR to the desktop. The project will be (unfortunately not yet) distributed as a freeware and then as an open source project on Google Code.

Using Merapi, Adobe AIR™ applications can “talk” to other software that the user has installed on their computer. In addition, Merapi allows AIR™ applications to serve as a user interface to just about anything that a Java™ application can do on a user’s computer.

Sep 25

Pernah lihat tim Honda di MotoGP yang disponsori Konica Minolta Honda?
Coba perhatikan logo Konica Minolta

Benar-benar mirip dengan logonya Eclipse IDE dari IBM kan?
Siapa yang tiru siapa?

Logo Konica Minolta :

Logo Eclipse :

Sep 8

FlashLite yang didukung oleh N95 saat ini adalah FlashLite 2.0, sedangkan FlashLite 2.1 baru akan didukung oleh Nokia N95 8Gb, yang agak bikin repot adalah sewaktu mau upgrade ke FlashLite 2.1 di N95 ternyata tidak berhasil. Muncul error yang mengatakan tidak bisa menginstall/ meng-update aplikasi yang sudah terinstall di ROM.
Hal ini terjadi karena identifier yang digunakan oleh FlashLite 2.0 dan FlashLite 2.1 serupa.
Hampir mirip dengan keadaan di PC dimana semua Flash Player baik dari semua versi generasi maupun versi debug/non debug menggunakan identifier yang sama.
Ada baiknya Adobe menerapkan sistem identifier yang dapat menangani situasi seperti ini.

Untuk J2ME API, ternyata N95 sudah mendukung implementasi dari JSR179 (Location API for J2ME). Dengan demikian kita bisa membuat sebuah aplikasi midlet untuk navigasi dengan GPS built-in dari N95.
Ada beberapa pertimbangan untuk membuat sebuah aplikasi navigasi peta daripada hanya menggunakan aplikasi serupa yang bawaan dari Nokia (Smart2Go).
Pertama, tidak semua kota di Indonesia yang sudah tercakup di pre-installed NokiaMap yang disertakan sewaktu pembelian. Hanya Jakarta saja. Itu pun menurut beberapa sumber (pengguna GPS lain) menyebutkan detail dan feature map tidak dapat dibandingkan dengan GPS devices seperti Garmin atau pun Magellan.
Selain itu, meskipun Nokia sudah memberitahukan adanya kerjasama dengan third party (Solo Maps) untuk pembuatan dan pemasaran peta kota lain terutama di Jawa dan Bali yang suitable dengan NokiaMap, tentunya tidak gratis begitu saja sampai ke pengguna.
Pertimbangan lain adalah kadangkala N95 memerlukan charge untuk koneksi guna mendownload fitur-fitur tambahan dan area yang tidak tercover.
Dan hal lain yang sering membuatku kecewa dengan GPS devices (tidak Garmin, tidak Magellan, tidak juga N95) adalah keakuratan bangunan alam di peta vector generik mereka. Ini sering ku temui sewaktu tracking dikotaku. Seringkali sewaktu menyisiri daerah pinggiran sungai besar, ada daerah rute, POI (point of interest) yang sebenarnya masih berada 400 meter dipinggir sungai, tetapi bila dilihat di screen ternyata sudah berada di tengah-tengah sungai besar itu. Ada kemungkinan rata-rata semua devices diatas memakai sumber source peta yang sama, terutama pada daerah di Kalimantan yang tentu saja sangat terpencil dibanding tanah Amerika sana sehingga keakuratan belum tentu terjaga. Hal lain yang menyebabkan kondisi seperti itu kemungkinan adalah pemakaian Datum WGS 84 yang mungkin tidak aplikable pada daerah-daerah di Indonesia. (sok tau kali..)

Dari semua pertimbangan dan ide pembuatan aplikasi devices, yang paling penting adalah pemilihan platform. Apakah menggunakan platform J2ME atau Symbian akan menghasilkan perbedaan besar pada outputnya. Terlalu lama sebagai pengguna SonyEricsson yang berbasis BREW J2ME mengharuskan aku untuk mengutak-atik lagi CodeWarrior untuk menyegarkan ingatan.

May 13

Eclipse IDE (Integrated Development Environments) lebih dikenal sebagai Java IDE. Walaupun begitu Eclipse IDE (lebih sering dipanggil dengan sebutan Eclipse Platform) sebenarnya adalah IDE untuk apa saja. Hampir semua bahasa pemrograman terkenal bisa diolah disini. Eclipse dapat dipergunakan untuk membuat beragam aplikasi seperti web sites, embedded Java™ programs, C++ programs, PHP, dan Enterprise JavaBeans™, embedded device applications, bahkan Flex™ project dan Actionscript 3.0 project bisa dibuat melalui Flex Builder yang notabene adalah salah satu plugin Eclipse.

Feature dan fungsi bawaan (built-in) Eclipse sangat sederhana dan generik. Eclipse memakai perangkat tambahan yang independent (extended) untuk mengerjakan sesuatu yang baru yang lebih kompleks. Platform Eclipse dibangun dari serangkaian mekanisme, dari mencari, menyatukan dan menjalankan seperangkat modul-modul yang dinamakan plug-in. Ketika Platform ini dijalankan, pengguna (user) disuguhi dengan IDE (Integrated Development Environments) yang terdiri dari berbagai set plug-in yang tersedia.

Platform Eclipse dirancang dan didesain untuk memenuhi beberapa keadaan dibawah ini :

  • Mendukung perakitan dan kompilasi berbagai tool yang berguna untuk pembuatan aplikasi.
  • Mendukung plug-in (tool) dari pihak mana saja termasuk vendor software independen, yang bisa diintegrasikan kedalam Platform Eclipse.
  • Sebagai tool yang bisa membuat, mengedit dan memanipulasi file-file dari berbagai content type (contohnya : HTML, Java, C, JSP, EJB, XML, and GIF, PHP, Actionscript, Perl) .
  • Mendukung pengembangan lingkungan aplikasi (application development environments) baik GUI (Graphical User Interface) dan non-GUI.
  • Bisa dijalankan pada banyak sistem operasi, termasuk Windows® dan Linux™.
  • Berperan besar dalam mengembangkan bahasa pemrogramman Java sebagai perangkat bahasa penulisan populer.
  • Penting untuk disadari, kelebihan Eclipse sebagai IDE akan dirasakan oleh pengguna (user) tergantung dari seberapa baik peralatan (plug-in) terintegrasi dengan Platform Eclipse dan seberapa baik setiap plug-in bekerja satu sama lain pada lingkungan yang sesuai dengan kebutuhan pengguna. Bersambung

    May 6

    Setelah sekian lama menunggu-nunggu, akhirnya ada juga yang menyediakan plug-in untuk Maven 2 di Adobe Flex 2.0.1.
    Baca info lebih lanjut dan repository di http://www.servebox.com/foundry/doku.php?id=m2f2plugin

    Sedangkan untuk yang ingin lebih mengenal Maven 2 lihat baca http://maven.apache.org/

    « Previous Entries