Jul 12

It’s a simple AIR based debugger for flash & AIR apps.
Arthropod is really easy to use, the only thing you need to do is import the Debug class, write a log message with the log function, start Arthropod and publish your site / AIR application.

Nice application to try

Jul 6

Plurker is an up and coming Windows WPF Desktop application that interfaces with Plurk.com to bring Plurking to desktops everywhere. And there’s a few things the reasons why that would be difficult or impossible for write the apps on AIR, read here

Tell me, was it fair enough?
Personally, I will always happy for write it on top of AIR.

Blogged with the Flock Browser

Tags:

Jun 18

With new event on Sound object (”samplesCallback”) and other improvement capabilities (such dynamically create audio) in Flash Player 10, hope there’s someone already create FP 10 MIDI player and available for free on next several months.

Could somebody tell, is there possibility of making MIDI player in FP 10?

Blogged with the Flock Browser

Tags: ,

Jun 7

One day several years ago after Actionscript 3.0 released, I’ve been believed the time will coming someday if this 3D engines will be porting to Actionscript.

Mascot Capsule 3D and Mobile 3D Graphics has been used as technologies  for Mobile 3D programming for the Java™ Platform Micro Edition on Sony Ericsson feature phones.

Read the rest of this entry »

Jun 3

A nice Flex application for word processing over web has been released on http://buzzword.acrobat.com.

I spent a little time today for playing around it and found some nice features. It provide capabilities such importing a *.doc files, and successful for rendering table, enable history operation (undo, redo), and other rich text processing operations.

Other good thing about it that Adobe has a whole set of Development APIs that can be used in Flex/AIR to provide such capabilities into our applications.

Blogged with the Flock Browser

Tags: ,

May 28

Sangat sulit untuk mencari Flex Developer pada saat ini. Terutama sekali disebabkan umur Teknologi Flex masih sangat muda.

Bagi anda yang belum pernah mendengar tentang Flex bisa saya jelaskan sedikit, Flex adalah aplikasi framework opensources yang berguna untuk pembuatan Rich Internet Application (RIA). Aplikasi ini berjalan di web diatas platform Flash Player, atau bisa juga berjalan di desktop diatas platform Adobe AIR.

Terminologi RIA sendiri sudah santer beberapa tahun sebelum tahun 2000, saya tidak bermaksud panjang lebar tentang RIA dan penjabarannya dalam bahasa Indonesia. Juga tidak menuliskan lebih dalam tentang Flex. Anda bisa mencari lebih lanjut tentang teknologi Flex ini lewat search engine.

Secara keseluruhan Framework Flex dianggap powerful dalam pengembangan aplikasi web dan mudah pakai untuk segi “user experience” yang menjadi standar dalam industri Web 2.0.

Mempelajari Flex sangatlah mudah bagi developer/programmer aplikasi yang berasal dari Java, C#, C++, VB, Delphi dan dari bidang pemrogramman lain yang terbiasa dengan konsep component/class.
Kunci dari kemudahan itu lebih disebabkan karena developer yang sudah terbiasa dalam pengembangan berorientasi object / class/ component akan lebih mudah memahami konsep Framework Flex yang sejatinya merupakan kumpulan object /component dalam satu package raksasa framework actionscript yang berjalan di Flash Platform.

Seiring dengan kedewasaan web yang bergerak menuju era Web 2/3.0, RIA dan SOA (Services Oriented Architecture), Flex menjadi salah satu kandidat (lainnya JavaFX, GWT, Silverlight Platform) yang semakin diminati dipasar masa depan.
Permintaan yang meningkat pesat dalam waktu singkat terhadap developer Flex tidak diimbangi dengan tersedianya developer Flex dalam jumlah yang mencukupi menyebabkan developer Flex yang berpengalaman masih sulit dicari.

Hal ini menyebabkan adanya pergerakan dalam jumlah luar biasa dari developer Java yang memperluas keterampilannya ke teknologi ini. Bisa diperhatikan di pasar dunia (terutama Amerika) banyak perusahaan besar yang lebih memilih mencari developer Flex yang mempunyai riwayat bagus dalam skill Java.

Kebanyakan developer Java berpendapat mempelajari Object Oriented di Actionscript dan UI markup language (MXML) seperti ber-rekreasi di taman baru. Kalaupun ada tantangan yang muncul (bagi mereka) adalah dalam urusan design. Karena developer bahasa Java, C# dan bahasa Object Oriented lainnya adalah murni developer dan untuk urusan design, animasi di Flash merupakan hal lain bagi mereka. Tetapi dengan teknologi di Flex ini memungkinkan kedua skill tadi menjadi saling berkaitan erat.

Terdapat jutaan developer Flex saat ini tapi masih belum mencukupi kebutuhan pasar. Keadaan ini persis sama yang dialami Java diakhir 90-an. Sehingga komunitas Flex dunia perlu memenuhinya dengan merekrut tenaga siap pakai yang berasal dari bidang lain, salah satu caranya dengan porting kemudian mengajak mereka mempelajari Flex. Kira-kira terdapat 5-10 juta developer diluar sana yang pantas menjadi kandidat. Kemudian membuat team Flex yang mantap ditempat anda.

Bila anda sudah merasa cukup sebagai Flex Developer yang berasal dari Actionscript Coder / Flash Developer dan sudah siap masuk ke medan ini perlu anda perhatikan beberapa fakta :

“Kebanyakan Team - team besar Flex Developer bukan berasal murni dari komunitas Flash.”

Contohnya Buzzword Virtual Ubiquity. Team ini tidak mempunyai pengalaman sama sekali di Flex apalagi di Flash. Kebanyakan mereka developer tangguh di C dan C++ untuk pengembangan aplikasi desktop. Nasib mereka berawal dari kenekatan porting ke Flex sewaktu Flex 2 masih Beta 2. Berawal dari sekedar menulis prototype aplikasi editor document, kemudian memantapkan diri mengembangkan
sebuah editor dokumen online lengkap. Saat ini team mereka adalah salah satu yang terdepan dalam penerapan Flex. Ini ditunjang oleh pemahaman dan pengetahuan yang sangat mendalam dan berpengalaman di bidang Object Oriented Development.

Kemudian Yahoo Web Messenger, team ini juga tidak mempunyai pengalaman sama sekali di Flex / Flash sebelumnya. Tetapi aplikasi instant messenger di web yang dikembangkan berasal dari Yahoo Messenger yang di-porting ke protokol flash.net.Socket di Actionscript 3.0.

Masih banyak lagi seperti Farata System, Cynergy System, Google Map API, Twitter dan lainnya yang digawangi orang-orang yang sudah matang sebelum menyeberang ke Flex. Kuncinya adalah mereka sudah sangat paham tentang Design Pattern dan skill lainnya yang diperlukan untuk mempelajari Flex, juga terdapat faktor penting lain yaitu keterampilan dan pengalaman-pengalaman tertentu yang sulit diajarkan langsung dan cuma bisa didapatkan di proyek nyata selama bertahun-tahun sebelumnya.

Bila anda merasa sangat tertarik di Flex dan Flash Platform, dan ingin berkiprah total di bidang ini, paling tidak ada beberapa yang perlu diperhatikan :

Pengembangan Component, paling tidak anda sudah terbiasa berurusan dengan pembuatan component di Flex, karena sebagian besar bergaul di Flex melulu ke component. Biasakan akrab dengan createChildren(), commitProperties(), measure(), updateDisplayList() sampai ke urusan packaging swc, dan lain-lain.

Desktop Application Development, ini tidak perlu geek banget, tapi setidaknya anda sudah tahu kalau Flex sebagai applikasi RIA mampu menyiapkan diri pada keadaan online/offline. Desktop Development sedikit banyak juga diperlukan dalam pengembangan Aplikasi AIR.

OOP Skills - Classes, Interface, Composition, Inheritance, hierarki Object di Flex termasuk DisplayObject dan Container.

Development/ Design / Architecture Pattern, Konsep Framework, MVC dll.

Other Languages, seperti Java, C, C++. C# dll untuk memperluas wawasan dan memudahkan anda porting third party API/ algorithma yang available ke actionscript.

CSS Design, Skinning , Animations, Easing dan Effects, bisa jadi salah satu wilayah yang abu-abu di Flex, jarang developer murni berurusan disini. Bila anda enjoy dengan design dan interactive content mungkin cocok menjadi sub-spesialisasi disini.

Tidak alergi dengan Konsep lingkungan Enterprise. Sebisa mungkin perbanyaklah pengetahuan tentang konsep Enterprise di Flex, siapa tahu nasib anda dimasa depan lebih baik, sehingga terdampar di perusahaan bule yang berlevel enterprise. Di linkungan ini dari sekarang sudah harus membiasakan diri dengan Test Driven Development (TDD) seperti FlexUnit framework, Continuous Integration (CI), Version Control, Localization framework, Messaging Services (AMF3, XML, SOAP, HTTP, RTMP / RTMPF) sampai ke SOA kalau perlu. [Gak apa- apa namanya juga belajar.. :) ].

Loving Flash Player, ini mutlak karena irama pergerakkan Flex tergantung dengan feature-feature di Flash Player terbaru, sehingga dengan intens mengikuti perkembangan Flash Player anda tahu di Flex versi berapa Runtime Shared Library(RSL) available, Framework Cache, Protocol RTMPF, UDP, Peer2peer Protocol, Sound Channel improvenment, Native 3D effect, dan lainnya. Memang tidak perlu mengikuti semuanya, paling tidak kita tetap focus ke spesialisasi kita, tapi dengan sedikit banyak tahu perkembangan Flash Player terbaru siapa tahu anda menjadi Pioneer untuk daerah baru yang belum terjamah Flex di platform Flash, seperti yang di alami oleh Ribbit dengan VoIP-nya pada saat Flash Player 9 di release.

Sampai saat ini Flash Player sudah mencapai versi 10 dengan installer kurang dari 2MB tetapi sudah mampu menggerakkan framework setangguh Flex. Dengan melihat kecepatan koneksi di jaman UMTS ini bila installer Flash Player dimaafkan melebihi 3MB mestinya anda jangan cuma meletakkan satu kaki di platform [ini]..

May 24

Defenition of Merapi originally a volcano in Central Java, but there’s a new term about Merapi :

“Merapi is a bridge between applications written in Java and those running in and created for Adobe AIR™ (Adobe Integrated Runtime™).”

Merapi has huge potential and we can looking forward discovering possibility when we can combine the power of Java with the richness and ubiquity of Adobe AIR.

Another project is Artemis active on Apollo (Adobe AIR beta) era but it was abandoned. Today the project rebirth under the name of Merapi.
Merapi use Java to connect AIR to the desktop. The project will be (unfortunately not yet) distributed as a freeware and then as an open source project on Google Code.

Using Merapi, Adobe AIR™ applications can “talk” to other software that the user has installed on their computer. In addition, Merapi allows AIR™ applications to serve as a user interface to just about anything that a Java™ application can do on a user’s computer.

« Previous Entries Next Entries »